Adat Istiadat

Kabupaten Lampung Selatan

Dengan beraneka ragamnya suku bangsa yang bertempat tinggal di Kabupaten Lampung Selatan, maka masing-masing mempunyai adat istiadat sendiri-sendiri, yang dalam garis besarnya dapat digolongkan dalam dua kelompok yaitu Kelompok penduduk asli (Suku Lampung) dan kelompok penduduk pendatang (dari luar daerah Lampung).

Kelompok Penduduk Asli.

Penduduk Kabupaten Lampung Selatan dalam bentuknya yang asli memiliki struktur hukum adat tersendiri. Hukum adat tersebut berbeda antara yang satu dengan lainnya. Kelompok-kelompok tersebut menyebar diberbagai tempat, yang secara umum dapat dibedakan dalam dua kelompok besar yaitu masyarakat Lampung Peminggir yang merupakan mayoritas suku Lampung di Kabupaten Lampung Selatan dan kelompok kedua yaitu masyarakat Lampung adat Pepadun.

Masyarakat Lampung Peminggir tidak mengenal istilah Pepadun tetapi dengan istilah Saibatin. Saibatin ini secara turun temurun dikenal sebagai orang yang mempunyai pengaruh pada suatu kelompok atau lingkungan besar.

Masyarakat adat Pepadun yang berkediaman di daerah pedalaman Lampung seperti masyarakat adat Abung, Pubian, Menggala/Tulang Bawang, Sungkai/Way Kanan yang merupakan pendatang dari wilayah Lampung Utara. Upacara-upacara adat pada umumnya ditandai dengan adanya perkawinan/ pernikahan yang dilakukan menurut tata cara adat itu sendiri.

Kelompok Penduduk Pendatang

Kelompok ini adalah masyarakat yang berasal dari luar wilayah/ daerah Lampung, yang membawa sistem adat masing-masing, tetapi antara yang satu dengan lainnya saling hormat menghormati. Bahkan terdapat asimilasi baik dari adat maupun budaya keseniannya. Di daerah Lampung pada umumnya kita tidak merasa risih atau canggung apabila disuatu tempat umum misalnya di pasar, kita mendengar begitu beragam bahasa yang dipakai sebagai bahasa sehari-hari. Hal inilah yang membedakan daerah Lampung dengan daerah lainnya di Indonesia.